MAU JADI MANUSIA SEPERTI APA KITA?
April 7, 2012
Setiap manusia dilahirkan seperti selembar kertas putih bersih, itu artinya setiap manusia pun memiliki hak untuk menjadikan dirinya seperti apa dikemudian hari nanti.
Ada 3 hal yang sangat mempengaruhi proses pembentukan manusia, yang pertama : Filosofis hidupnya, Filosofis Hidup biasanya dibentuk oleh sang ibu. Filosofis Hidup ini sangat mempengaruhi pembentukan karakter manusia menjadi seperti apa. Kata-kata seorang ibu yang biasanya didengar melalui obrolan setiap harinya secara tidak langsung tertanam di alam bawah sadar terpatri kuat sehingga dapat membentuk karakter manusia.
Yang kedua manusia dibentuk oleh lingkungan sosialnya. Lingkungan yang keras akan membentuk manusia menjadi keras, lingkungan yang penuh kasih juga akan mempengaruhi dirinya untuk memiliki sifat welas asih. Lingkungan yang serba berkecukupan membentuk manusia tidak memiliki daya juang. Lingkungan sangat berpengaruh untuk membentuk manusia. Jika anda punya temen pemberani anda juga jadi berani, punya temen penakut anda juga jadi orang penakut.
Yang ketiga, dibentuk oleh pengalaman hidupnya. Pengalaman ditipu, pengalaman di khiananati, Pengalaman kecelakaan, pengalaman perceraian. Pengalaman spiritual. Pengalaman adalah guru terbaik. Pengalaman dapat membentuk manusia menjadi lebih arif dan bijaksana.
Anda menjadi manusia seperti apa sekarang dan nantinya itu tidaklah penting, karena sesungguhnya kita hanyalah komponen sebuah sekrup kecil di dalam mesin alam semesta yang begitu komplek ini.
Yang terpenting adalah kita bisa menjadi manusia yg bisa berarti buat diri kita, keluarga dan orang-orang yang kita cintai.
MASIHKAH KITA BISA IDEALIS
April 1, 2012
Kata temen-temen saya termasuk orang yang idealis, tapi menurut saya, saya hanya orang yg sok idealis saja. Menjadi sok idealis di alam Indonesia saja sudah sangat sulit apalagi menjadi seorang idealis sejati.
Berusaha menjadi orang idealis membuat saya merasa berbeda dan berharga dibandingkan dengan banyak orang.
Saat saya bekerja sebagai service engineer, saya pernah dimarahin temen saya “ Guh..jaman sekarang lu masih kayak begini, udah bon nya lu tulis aja 150 ribu”. Temen saya marah karena saya jujur menulis harga di bon sesuai dengan harga sebenernya. Yang paling saya sedih saya dibenci sama temen saya, ketika bos saya memberikan kepercayaan saya untuk menempati bagian purchasing. Bos saya bilang begini “lho kok kalo sama Teguh ada kembaliannya ya..?.
Menjadi orang yg berusaha jujur memang gak enak, pernah saya belanja untuk keperluan kantor, yg bikin saya sesak, udah jujur tapi atasan saya masih menyangka saya memainkan bukti bon, kesel memang, tapi saya berpikir, ah hanya Allah yg tahu. Meskipun dalam hati sempet juga ada pikiran jahat, “gue udah jujur masih dibilang bohong, mending gue bohong aja sekalian”.
Pernah saya ketilang, beruntung temen saya pernah mengajarkan taktik supaya gak ketilang, isi dompet dengan duit 5000 perak saja. Terus kalo ketilang sopan, jual tampang sedih..supaya polisi terharu, karena polisi juga punya hati. Dan taktik itu cukup ampuh, selama sy naik motor baru ketilang 2 kali, yg pertama saya masih punya kartu PERS, jadi selamet, yang kedua pak polisinya kasihan sama saya. Jadi saya belum pernah nyuap bapak polisi yang terhormat.
Ada kejadian yg bikin saya merasa bangga pada diri saya sendiri, saya pernah meliput acara di Rumah sakit swasta di Tangerang saat saya menjadi jurnalis, begitu selesai saya dipanggil oleh bagian humas, memberikan amplop, saya tolak, isi amplopnya lumayan berdasarkan info sesama teman amplop itu berisi 500 ribu rupiah.
“Pak ini uang untuk transport”
“Maaf bu,terima kasih saya gak bisa terima”
Tapi bapak kan udah pake bensin kesini buat ganti uang bensinnya,
Maaf bu terima kasih, saya udah di kasih dari kantor.
Begitu saya keluar, saya bersyukur saya masih bisa tolak, padahal duit dikantong celana saya tinggal 10.000 rupiah. Dalem hati “hhmm biar miskin gue tetep bisa sombong…he..he..”
Hari ke dua saya meliput di tempat yang sama,jika semua wartawan harus registrasi dulu, tapi ketika melihat saya, saya langsung masuk tanpa registrasi-registrasi.
Memang kejujuran sudah menjadi barang yg langka, jangan heran kalau bangsa kita bangsa yang korup, karena sadar dan tidak sadar kita juga menyukai ketidak jujuran.
Ibu saya berpesan, biar semua orang gak bener, kamu jangan ngikutin, teteplah jadi mutiara, meski kamu berada di Tempat sampah. Meski kamu tertimbun dalam tumpukan sampah, kamu tetap mutiara yg punya nilai, jika suatu hari ada yg melihat sedikit kilauannya pasti kamu akan diangkat, dibersihkan dan layak untuk dijual mahal. Jadilah mutiara meski ada ditumpukan sampah..!
JADILAH PRODUKTIF
March 27, 2012
“Menganggur adalah dosa”. Itu yang dikatakan oleh Ibu Margaret Thatcher, Wanita Besi yang pernah menjabat sebagai Perdana menteri Inggris pada tahun 1979-1990
Kata-kata itu selalu memukul saat-saat rasa malas datang menyergap saya.
Menurut survey BPS pada Agustus 2011, tingkat pengangguran di Indonesia tercatat 7,7 juta orang. Angka ini menurun dari hasil survey sebelumnya, yakni pada Februari 2011 sebesar 8,12 juta orang.
Jika dibandingkan jumlah lapangan pekerjaan dengan jumlah pencari kerja, diperkirakan satu lowongan pekerjaan diperebutkan oleh seribu pencari kerja, dan dari seribu yang ada diperkirakan hanya sekitar seratus orang yang lolos.
Jadi jika Anda masih belum mendapatkan pekerjaan, itu adalah hal yang wajar. Anda tidak perlu merasa rendah diri. Lebih-lebih jika anda pilih-pilih pekerjaan peluangnya jadi semakin sedikit.
Walaupun status anda belum mendapatkan kerja disatu perusahaan, banyak aktivitas, kegiatan produktif yg tetap bisa anda kerjakan. Bahkan bisa jadi kegiatan itu menjadi sumber penghasilan meskipun anda tidak bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan.
Menjadi pengangguran itu lebih stress daripada kerja, saya merasakan hal itu, jika mau ketemu orang gak pede, gampang tersinggung, kalau ada tamu ngumpet ke dapur, takut ditanya “ kerja dimana Guh?” meski Alhamdulillah saya gak pernah menganggur lebih dari 1 bulan.
Walaupun hanya satu bulan, bagi saya menyandang gelar pengangguran begitu berat. Saat mengangur saya berusaha mempertahankan agar pikiran saya tetap positif dan optimis, saya perbanyak aktifitas, bahkan pernah saat menganggur saya mengambil alih untuk masak di dapur. Nyuci piring, beli bumbu diwarung, beli sayuran di tukang sayur, membaca buku, belajar sofware komputer, bahkan saya pun gak malu untuk bersihin pekarangan rumah tetangga. dan yg paling utama harus dilakukan adalah selalu berdoa.
Jika Anda masih menganggur jangan stress, perbanyak aktifitas, jangan banyak ngelamun dan berkhayal. Lakukan kegiatan-kegiatan yg produktif. Insya Allah energi positif yg mengalir di diri anda akan mendatangkan rezeki. Salam Produktif..!
SELAMAT ULTAH TEGUH..!
March 25, 2012
Saya ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk diri saya sendiri sebelum ada orang lain yang mengucapkannya untuk saya.
Ucapan selamat dari saya dan untuk saya sebagai tanda syukur kepada Allah SWT yang masih memberikan kesempatan hidup kepada saya untuk memperbaiki diri agar kedepan menjadi lebih baik, meskipun saya sendiri tidak pernah tahu apakah saya masih diberi kesempatan oleh Allah bisa merasakan hari esok. Dengan segala kekurangan diri, dan segala tindakan buruk yang pernah saya lakukan di tahun sebelumnya, Alhmd saya masih diberikan kesadaran untuk mengakuinya sebagai bahan untuk introspeksi.
Saya sangat percaya dengan hukum relativitas Einstein, bahwa setiap orang memiliki waktunya sendiri-sendiri, meski menurut perhitungan berdasarkan besaran tahun, umur saya sudah genap 32 tahun tapi, dalam reori relativitas Einstein sebenarnya waktu relative terhadap ruang. Waktu yang kita rasakan tidak ada kaitannya dengan jarum jam yang berdetak.
Di dalam pelajaran Fisika, satu detik adalah banyaknya jumlah atom cesium yang bergetar sebanyak sekian milyar kali. Sedangkan waktu tidak mempengaruhi getaran atom cesium. 32 tahun bagi Anda mungkin waktu yg lama, dan boleh saja menyebut saya sudah tua, tapi bagi saya 32 tahun adalah waktu yang cepat. Saya masih merasa seperti anak-anak kemaren. Saya masih merasa belum cukup untuk menjelajahi dunia dan seisinya, belum cukup untuk menguak segala misteri dan tanda tanya yg ada disekitar kita. Belum cukup untuk berbuat kebaikan menebus segala dosa yg pernah saya perbuat. Belum cukup untuk memberikan sesuatu untuk orang-orang yang kita cintai.
Tapi 32 tahun adalah waktu yang cukup bagi saya untuk menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang abadi. Dan segala yang hidup pasti akan mati.
TIDAK PERNAH MERASA CUKUP
March 24, 2012
Kita terkadang heran. Kok bisa ya, ada orang korupsi sampai miliaran rupiah, perut mereka sebesar apa sih, makannya seberapa banyak sih, kalau kita rasakan makan hanya dengan ikan asin sambel dan tempe goreng saja sudah nikmat. Untuk apa uang miliaran hasil korupsi tersebut ya, harta hasil korupsi ditumpuk-tumpuk. Padahal umur manusia paling awet 80 tahun udah bagus. Apakah mereka gak sadar bahwa harta itu tidak akan dibawa mati. Ataukah mereka berpikir harta itu akan digunakan untuk mengubur mereka, ataukah akan diwariskan untuk keturunannya, padahal warisan yang paling berharga adalah ilmu.
Ya..manusia memang tidak pernah merasa puas dan merasa cukup. Punya penghasilan 1 juta ingin menjadi 2 juta, sudah punya kijang Inova ingin punya lagi BMW, sudah punya istri satu ingin nambah lagi. Sudah punya BB ingin Ipad. Keinginan manusia yang cenderung tidak pernah merasa cukup ini sudah menjadi sifat lahiriah manusia. Karena dengan sifat inilah manusia bisa bertumbuh.
Keinginan manusia yang tidak pernah merasa cukup bisa membentuk manusia menjadi semakin baik namun bisa juga membentuk manusia menjadi buruk dan jahat. Menjadi baik jika manusia itu tidak pernah merasa cukup untuk beramal, bekerja keras, belajar menuntut ilmu, berbuat baik, beribadah, tidak pernah cukup untuk menolong orang.
Namun sifat tidak pernah merasa cukup, akan membentuk manusia menjadi buruk jika hanya hawa nafsu yg menjadi penggeraknya, tidak pernah merasa cukup harta, kekuasaan, wanita, tidak pernah merasa cukup menindas orang lain.
Dengan dorongan hawa nafsu, sifat tidak pernah merasa cukup hanya akan menjadikan manusia menjadi serakah, iri, tamak dan akan menggiringnya kedalam jurang kehancuran dan kenistaan.
Dan kita tidak pernah merasa cukup jika kita tidak bisa belajar menjadi orang yang bersyukur.

