GRAFIK KEHIDUPAN
May 5, 2012
Tahun 2002, saya belum memiliki Hp, belum memiliki motor. Tahun 2004, Hp pertama yang saya punya Nokia warna hitam besar yang saya beli second dari kawan. Tahun 2007 saya baru merasakan nikmatnya naik sepeda motor Astrea Grand keluaran 1995 yang saya beli 3, 5 juta dari hasil saya mendesign buku Sucofindo. Tahun 2010 saya berganti motor Suzuki A100 plat merah keluaran 1991 yang saya beli dengan harga 2 juta, dan motor inilah yang paling setia menemani saya kemanapun saya pergi hingga sekarang. Motor keramat meskipun pajak sudah mati 2 tahun tidak pernah ada seorang polisipun yg berani menyetop motor saya. Sekarangpun saya masih menggunakan Hp nokia jadul. Hp yg kecil, murah, sudah hampir 50 kali jatuh,tidak perlu mencharge setiap hari, kecemplung di air tetep masih berfungsi dengan baik. Dan saya gak pernah takut akan kehilangan karena saya beli dengan harga hanya Rp.275.000,-
Tahun 2003 saya pertama kali bekerja di Cafe sebagai pencuci piring, beranjak menjadi cook helper, menjadi service enginer, superviser kebun, EDP, IT, Kepala produksi, Graphic Designer, Redaktur,Guru dan hingga saat ini saya menjadi Site Planer diperusahaan konsultan telekomunikasi.
Memang, kalau dari materi dan karir, saya mengakui perkembangan dan pertumbuhan saya sangat lambat, banyak kawan-kawan saya yang selevel dengan saya secara karir sudah sukses, dan memiliki jabatan yang tinggi diperusahaannya. Tapi saya gak pernah iri, saya menganggap bahwa semua pengalaman yang saya alami adalah sebuah hidangan terbaik yang Tuhan anugerahkan untuk saya.
Secara materi dan karir saya mengakui pertumbuhan saya sangat lambat tapi, secara sosial, pengalaman, dan spiritual saya merasakan pertumbuhan saya sangat exponensial.
Teman saya semakin hari semakin bertambah, keahlian dan kemampuan saya semakin hari semakin bermacam-macam, dari pekerjaan perempuan seperti mencuci, masak, sampai pekerjaan yang laki-laki seperti mengelas, berkebun, perbengkelan, menulis, memainkan gitar, saya bisa kuasai.
Secara spiritual, kalau dulu saya shalat malas, sering telat bahkan kelewat, alhamdulillah sekarang saya usahakan shalat tidak kelewat, bahkan kalau magrib di metrominipun saya paksakan turun untuk mencari mesjid.
Hidup harus selalu bertumbuh, bertumbuh secara pendapatan,kesehatan, karir, pengalaman, pengetahuan, teman, spiritual dll. Anda tidak bertumbuh berarti anda adalah mahluk mati. Tidak masalah apakah pertumbuhan anda dari sisi pengetahuan, sosial, spiritual, kebaikan, ataupun materi. Yang penting Kita harus bertumbuh menjadi lebih baik dari hari kemarin.
SAYA SUKA PEREMPUAN
April 14, 2012
Saya menyukai perempuan, karena saya seorang laki-laki. Saya menyukai perempuan karena dengan sifat kelembutan dan kehalusan hatinya, perempuan mampu mengghancurkan kerasnya jiwa yang membatu dan mencairkan hati yang membeku. Saya juga menghormati perempuan karena saya terlahir dari rahim seorang Ibu.
Salah satu kebiasan yang menarik dari seorang perempuan bisa dilihat dari kebiasaannya kalau ingin bepergian. Perempuan lebih banyak menyiapkan segala sesuatunya dengan matang. Sehingga bisa menghabiskan waktu yg lumayan lama.
Saya sering bete kalau ingin berpergian dengan ibu saya, banyak yang harus dipersiapkan, obat untuk dijalan, baju, ongkos, botol isi air minum, bekal makanan diperjalanan. Ibu saya sering mengingatkan, “Guh..itu naro duitnya jangan sembarangan nanti dicopet orang!, kamu udah bawa air belum? Bawa makanan aja jajan dijalan mahal-mahal lho..!, kok kamu pakai baju yg belum disetrika, yang udah disetrika kan banyak.”
Saya sering kesel “udah mak, air banyak yang jual di bis, gak bakal di copet mak, orang tampang teguh juga udah kayak copet, mana berani copet nyenggol copet..”he..he..begitu jawaban bandel yang sering bikin ngenes ibu saya.
Perempuan memang lebih berpikir panjang, lebih detail dan cermat, dan mampu bekerja secara multitasking, ini yang tidak dimiliki oleh saya. Kurang persiapan, ingin semuanya cepat dan praktis, dan menggampangkan masalah. Ini mungkin salah satu maksud Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan kedunia. Untuk saling melengkapi.
Mari sayangilah perempuan dengan bijaksana, karena dari rahim perempuanlah kita terlahir.
KESEMPURNAAN SEBUAH KELEMAHAN
April 12, 2012
Pada saat saya menjadi guru, ada dua orang murid kursus saya yang minta dicarikan pekerjaan. Sebagai seorang guru yg baik, saya merasa mempunyai tanggung jawab berusaha mencarikan pekerjaan untuk mereka.
Alhamdullilah, Beberapa hari kemudian ada teman yang minta dicarikan karyawan dengan syarat mampu menguasai program graphis.
Langsung info lowongan ini saya tawarkan kepada kedua murid saya.
Murid saya yang pertama menjawab, “Wah..mas Teguh, kayaknya saya belum bisa deh mas, nanti aja deh mas tunggu saya pinter dulu”. Sedangkan murid saya yang satunya lagi menjawab “Siap mas, saya kerja apa aja siap”.
“Ok ni gue kasih no hpnya lu hubungin sendiri”!
Alhasil, murid saya yang dengan antusias langsung bekerja hingga sampai hari ini, sedangkan murid saya yang menjawab “mau belajar dulu sampai pinter “ sampai hari ini masih menganggur.
Gak ada orang kerja langsung pinter. Justru kita pinter karena kerja. Kalau kita nunggu pinter dulu baru mau kerja, kita gak akan pernah dapet pekerjaan.
Dulu pertama kali kerja, saya pun dibego-bego in temen, dibilang Lo kuliah gak sih guh..?, masak anak UI begini aja gak bisa?, Saya hadapi semua dengan sabar. Dalam pikiran saya ”wajarlah gue baru, lu dah kerja puluhan tahun masih begini, menurut gue justru elu yang lambat”
Dulu saya berpikir, “ah gue mau punya rumah dulu, mau sukses dulu baru merit”, tapi sampai usia saya 32 tahun hari ini ternyata saya masih kere. Kalau saya nunggu segalanya sempurna sampai kapan. Bisa gak kawin-kawin deh gue. He..he..
Ternyata Kesempurnaan justru bisa menjadi sebuah kelemahan. Karena sejatinya didunia ini tidak ada yang sempurna. Jika kita menunggu segalanya sempurna sesungguhnya kita menunggu sesuatu yg tidak pernah ada. Karena Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan YME.
MAU JADI MANUSIA SEPERTI APA KITA?
April 7, 2012
Setiap manusia dilahirkan seperti selembar kertas putih bersih, itu artinya setiap manusia pun memiliki hak untuk menjadikan dirinya seperti apa dikemudian hari nanti.
Ada 3 hal yang sangat mempengaruhi proses pembentukan manusia, yang pertama : Filosofis hidupnya, Filosofis Hidup biasanya dibentuk oleh sang ibu. Filosofis Hidup ini sangat mempengaruhi pembentukan karakter manusia menjadi seperti apa. Kata-kata seorang ibu yang biasanya didengar melalui obrolan setiap harinya secara tidak langsung tertanam di alam bawah sadar terpatri kuat sehingga dapat membentuk karakter manusia.
Yang kedua manusia dibentuk oleh lingkungan sosialnya. Lingkungan yang keras akan membentuk manusia menjadi keras, lingkungan yang penuh kasih juga akan mempengaruhi dirinya untuk memiliki sifat welas asih. Lingkungan yang serba berkecukupan membentuk manusia tidak memiliki daya juang. Lingkungan sangat berpengaruh untuk membentuk manusia. Jika anda punya temen pemberani anda juga jadi berani, punya temen penakut anda juga jadi orang penakut.
Yang ketiga, dibentuk oleh pengalaman hidupnya. Pengalaman ditipu, pengalaman di khiananati, Pengalaman kecelakaan, pengalaman perceraian. Pengalaman spiritual. Pengalaman adalah guru terbaik. Pengalaman dapat membentuk manusia menjadi lebih arif dan bijaksana.
Anda menjadi manusia seperti apa sekarang dan nantinya itu tidaklah penting, karena sesungguhnya kita hanyalah komponen sebuah sekrup kecil di dalam mesin alam semesta yang begitu komplek ini.
Yang terpenting adalah kita bisa menjadi manusia yg bisa berarti buat diri kita, keluarga dan orang-orang yang kita cintai.
MASIHKAH KITA BISA IDEALIS
April 1, 2012
Kata temen-temen saya termasuk orang yang idealis, tapi menurut saya, saya hanya orang yg sok idealis saja. Menjadi sok idealis di alam Indonesia saja sudah sangat sulit apalagi menjadi seorang idealis sejati.
Berusaha menjadi orang idealis membuat saya merasa berbeda dan berharga dibandingkan dengan banyak orang.
Saat saya bekerja sebagai service engineer, saya pernah dimarahin temen saya “ Guh..jaman sekarang lu masih kayak begini, udah bon nya lu tulis aja 150 ribu”. Temen saya marah karena saya jujur menulis harga di bon sesuai dengan harga sebenernya. Yang paling saya sedih saya dibenci sama temen saya, ketika bos saya memberikan kepercayaan saya untuk menempati bagian purchasing. Bos saya bilang begini “lho kok kalo sama Teguh ada kembaliannya ya..?.
Menjadi orang yg berusaha jujur memang gak enak, pernah saya belanja untuk keperluan kantor, yg bikin saya sesak, udah jujur tapi atasan saya masih menyangka saya memainkan bukti bon, kesel memang, tapi saya berpikir, ah hanya Allah yg tahu. Meskipun dalam hati sempet juga ada pikiran jahat, “gue udah jujur masih dibilang bohong, mending gue bohong aja sekalian”.
Pernah saya ketilang, beruntung temen saya pernah mengajarkan taktik supaya gak ketilang, isi dompet dengan duit 5000 perak saja. Terus kalo ketilang sopan, jual tampang sedih..supaya polisi terharu, karena polisi juga punya hati. Dan taktik itu cukup ampuh, selama sy naik motor baru ketilang 2 kali, yg pertama saya masih punya kartu PERS, jadi selamet, yang kedua pak polisinya kasihan sama saya. Jadi saya belum pernah nyuap bapak polisi yang terhormat.
Ada kejadian yg bikin saya merasa bangga pada diri saya sendiri, saya pernah meliput acara di Rumah sakit swasta di Tangerang saat saya menjadi jurnalis, begitu selesai saya dipanggil oleh bagian humas, memberikan amplop, saya tolak, isi amplopnya lumayan berdasarkan info sesama teman amplop itu berisi 500 ribu rupiah.
“Pak ini uang untuk transport”
“Maaf bu,terima kasih saya gak bisa terima”
Tapi bapak kan udah pake bensin kesini buat ganti uang bensinnya,
Maaf bu terima kasih, saya udah di kasih dari kantor.
Begitu saya keluar, saya bersyukur saya masih bisa tolak, padahal duit dikantong celana saya tinggal 10.000 rupiah. Dalem hati “hhmm biar miskin gue tetep bisa sombong…he..he..”
Hari ke dua saya meliput di tempat yang sama,jika semua wartawan harus registrasi dulu, tapi ketika melihat saya, saya langsung masuk tanpa registrasi-registrasi.
Memang kejujuran sudah menjadi barang yg langka, jangan heran kalau bangsa kita bangsa yang korup, karena sadar dan tidak sadar kita juga menyukai ketidak jujuran.
Ibu saya berpesan, biar semua orang gak bener, kamu jangan ngikutin, teteplah jadi mutiara, meski kamu berada di Tempat sampah. Meski kamu tertimbun dalam tumpukan sampah, kamu tetap mutiara yg punya nilai, jika suatu hari ada yg melihat sedikit kilauannya pasti kamu akan diangkat, dibersihkan dan layak untuk dijual mahal. Jadilah mutiara meski ada ditumpukan sampah..!

