Tersedak Daging Qurban

November 17, 2010

Mata Kohar melotot, praaang!.., seketika piring yang dipegangnya yang masih berisi opor, ketupat dan 4 tusuk  sate kambing terlepas jatuh pecah di lantai. Tubuh Kohar mengejang dan segera berusaha membungkukan badannya sambil mengeluarkan suara “Groookk…nggrookkk…aeegrkkkk… Airmata keluar dari matanya menahan sakit  sambil memegang leher. Berusaha meminta tolong kepada istri dan anaknya. Rupanya Kohar sedang berjuang mengeluarkan daging yang terganjal di tenggorokannya. Kohar tersedak daging sate yang dia dapatkan dari Kurban.

“Pah,..papah kenapa?” teriak si istri dalam kondisi panic si anak berusaha memukul-mukul  belakang leher kohar. “namun cuilan daging itu tetap betah berada di tenggorokan Kohar.” Bud..bud..panggilkan pak orang-orang!. Sang ibu panic dan mulai kehabisan akal bagaimana mengeluarkan daging di tenggorokan sang suami tercinta.

Tubuh kohar mulai lemas dan membiru karena sudah kekurangan oksigen tdk bisa bernapas. Sang istri menangis. Tetangga-tetangga mulai berdatangan. “bawa ke dokter ayo cepat…wah jauh..gimana nih?, pukul-pukul terus lehernya..orang-orang disekitar Kohar sdh panic dan berupaya dgn berbagai cara berusaha mengeluarkan cuilan daging yg mengganjal di tenggorokan Kohar.

“Assalamualaikum.. seeorang bapak setengah tua yang baru datang dengan cepat segera merangkul tubuh Kohar dari belakang kedua tangan memeluk perut dgn kuat dan menghentakan ke atas “ Bismillahirrhamanirahim.., sebanyak 3 kali orang tua itu menghentakan badan Kohar dan…secuil daging keluar terlempar dari mulut Kohar “Alhamdulillah…teriak orang-orang yang menyaksikan peristiwa itu.

Kohar terbaring lemas sambil di ciumi oleh sang istri tercinta sambil menyebut asma-asam Tuhan, aslhamdulliah..mereka terharu bahagia baru saja terlepas dari maut. Dengan masih berlinang air mata sang istri bersyukur kepada Tuhan YME karena suaminya telah selamat.

Pagi Tadi sekitar jam 9 selepas shalat Id Kohar mengambil sebilah golok yang sudah ia asah tajam satu hari yang lalu, ya Kohar salah seorang panitia pemotongan hewan kurban di masjid disekitar tempat tinggalnya. Selesai pembagian pak RT menitipkan sebungkus daging untuk salah satu warga yang rumahnya tidak jauh dari rumah Kohar, tapi keluarga tersebut sedang pergi. Dan Kohar memberikan daging titipan itu kepada istrinya “Pah kok dapet 2 bungkus?, iya ini buat pak Mukmin, tapi dia sedang pergi pulang kampung. Gak papa kita masak aja dari pada busuk”, tapi udah bilang belum ke pak Mukmin?” Tanya istri. Gak usah lah..daging secuil ini” begitu jawab si Kohar.

Ternyata meski “secuil” bisa membuat Kohar kelojotan dan hampir saja tewas menggenaskan.

Ya begitulah meski secuil tapi kalau bukan hak kita, itu haram hukumnya dan tidak berkah. Ayo kita tanamkan ke keluarga kita dan diri kita untuk senantiasa tdk mengambil hak orang lain walaupun hanya secuil.