TRANDUCER
November 14, 2010
Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel yang saya posting satu hari lalu yang berjudul “Pengendalian Temperatur system PID, dengan sensor IC AD 590.
Tranducer merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam suatu proses pengendalian lup tertutup karena, dari komponen tranducer ini kita dapat mengetahui besaran actual dari suatu plant pada saat proses berjalan. Besarnya nilai dari plant ini diproses sehingga didapat selisih antara besar PV dan SP. Besar selisih ini diumpanbalikan untuk memproses kembali plant sampai nilai setpoint sama dengan PV(proses variable).
Pada pengendalian ini digunakan sensor temperature jenis IC AD 590. Sensor ini menghasilkan keluaran berupa arus listrik terhadap temperature, dengan spesifikasi 1oK/1μA, tegangan supply +4 sampai +30V. Karena keluaran sensor sangat kecil maka diperlukan rangkaian penguat sensor, agar dapat digunakan untuk memproses plant .
Karena keluaran sensor berupa arus dalam orde mikro, maka sensor dihubung seri terhadap R, hasil kali antara tahanan dengan arus menghasilkan tegangan. Besarnya kenaikan tegangan sensor tergantung dari penjumlahan antara R18 dan VR 5. Untuk menghasilkan kenaikan tegangan sebesar 10 mV maka R18 dan VR 5 dituning sampai didapat 10 K Ohm
10 x 103 Ohm x 1 x 106 A = 10-3 V
10-3 V =10 mv
Sehingga dihasilkan 273oK sampai 373oK = 2, 73 V sampai 3, 73 V dengan kenaikan tiap derajat sebesar 10 mV
Karena keluaran sensor masih dalam skala Kelvin, maka kita perlu mengkonversi kedalam sekala Celcius. Yaitu dengan mengurangi tegangan keluaran sensor dengan menset tegangan di titik B sebesar 2, 73V. Selanjutnya tegangan keluaran sensor dikurangi tegangan di titik B dengan memanfaatkan aplikasi rangkaian deferensial amplifier dari OP AMP maka tegangan keluaran Vpv= V sensor – VB. Kenaikan tegangan 10 mV untuk setiap satu derajat celcius ini kemudian disesuaikan kembali dengan range pada setpoint
Bersambung ke Artikel PID Kontroler


